Review Film Joker: Pribadi Skizofrenik yang Meledak Jadi Kejahatan

Pada pertengahan tahun 2019 DC Film merilis Film joker. Film Joker adalah salah satu film DC yang sudah ditunggu-tunggu kemunculannya terutama bagi fans fanatik DC Film. Pertama kali ditanyangkan di Venersi tanggal 31 Agustus 2019. Sementara itu Film Joker masuk ke Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2019 dan di Amerika pada 4 Oktober 2019. Seperti halnya Film DC yang lainnya seperti Superman hingga Batman, Film Joker tetap berpedoman didasarkan pada Komik keluaran DC. Film ini disutradarai langsung oleh Todd Phillips.

film joker

Film Joker mengambil garis besar film Psikologis. Film ini mendapat klasifikasi R dari Motion Picture Association of Amerika karena adanya adegan kekerasan yang berdarah, perilaku mengganggu dan beberapa adegan seksual. Pemeran utama Film Joker adalah Joaqin Phoenix yang secara apik memerankan Arthur Fleck/Joker yang merupakan pelawak tunggal penderita penyakit mental dan diabaikan oleh masyarakat sekitar. Ada juga Zazie Beetz berperan sebagai Sophie Dumond yang merupakan kekasih Arthur. Selain itu ada Frances Conroy yang berperan sebagai ibu Arthur.

 

Secara singkat alur cerita mengambil latar tahun 1981. Arthur Fleck merupakan seorang badut berusia 40 tahun yang tinggal bersama dengan sang ibu. Mereka berdua tinggal di kota Gotham yang pada saat itu sedang kacau balau. Arthur menderita kelainan mental yang dapat membuat dia tertawa di saat yang tidak tepat. Karena kelainan inilah, Arthur sering kali mengunjungi pekerja layanan sosial untuk mendapatkan obat penawarnya.

 

Pertemuan Arthur dengan Sophie terjadi di kereta api. Ketika sedang menaiki kereta api tersebut, penyakit mental Arthur kambuh yang menyebabkan dia tertawa-tawa sendiri. Sophie yang berada di dekatnya hanya bisa heran. Kemudian Arthur memberi sebuah kertas kepada Sophie untuk menjawab keheranan tersebut. Sejak saat itu, Arthur menjalin hubungan yang baik dengan Sophie. Kemudian setelah itu barulah disadari ternyata Sophie tinggal di apartemen yang sama dengan Arthur.

Baca Juga :  4 Sepeda Gunung Murah dengan Kualitas Keren

film joker

Konflik terus bertambah ketika Arthur dipecat dari pekerjaannya sebagai seorang Badut. Hal ini dikarenakan ketika kunjungan ke rumah sakit anak-anak pistol Arthur terjatuh. Konflik semakin bertambah ketika Arthur mengetahui bahwa program layanan sosial ditutup sehingga dia tidak tahu lagi bagaimana cara mendapatkan obat penenang untuk penyakit mentalnya. Mengetahui hal tersebut, lantas Arthur kemudian pulang.

 

Dalam perjalanan pulang menggunakan kereta bawah tanah, Arthur kemudian dirundung oleh tiga orang pebisnis muda dari Wall Street. Karena tidak mampu berpikir secara jernih, sejurus kemudian Arthur menembak mati ketiganya dengan pistol yang temannya pinjamkan. Akibat pembunuhan di dalam kereta tersebut, di kemudian hari terjadi sebuah gerakan unjuk rasa terhadap orang kaya di kota itu. Pengunjuk rasa secara serempak menggunakan topeng badut.

 

Keadaan kota semakin kacau dengan banyaknya pengunjuk rasa yang tumpah ruah dimana-mana. Pengunjuk rasa kemudia memulai perkelahian dengan para petugas keamanan. Situasi menjadi semakin tidak terkendali. Ditenngah-tengah unjuk rasa tersebut terlihat Arthur menyelinap ke sebuah gedung tempat sebuah acara khusus digelar. Di gedung tersebut, terjadi pertemuan Arthur dengan tokoh lainnya yang ada di Film Joker.

 

Rasanya tidak akan cukup menceritakan secara runtut film Joker ini. Perlu diketahui durasi film Joker ini adalah 122 menit. Untuk yang ingin mengetahui lebih lengkap mengenai film Joker, kamu tentunya bisa mendownload filmnya. Selain itu kamu bisa melihat juga Artikel yang membahas film Joker lainnya, klik di sini. Jadi jangan sampai kamu penasaran ya.

 

Hobbies